JIMAT

JIMAT

Waspadalah dengan Jimat Pada saat ini, ilmu tentang tanda ini dikenal dengan sebutan semiotika. Ilmu ini muncul seiring dengan munculnya sikap berlebihan pada sebagian ahli tasawwuf dan kecenderungan mereka untuk menyingkap tabir empirisme serta munculnya hal-hal yang luar biasa pada diri mereka juga disertai dengan berbagai hal yang berkenaan dengan dunia unsur, dan juga anggapan mereka mengenai reinkarnasi.

Mereka menganggap bahwa kesempurnaan nama ditandai dengan adanya ruh-ruh bintang dan benda di langit. Hakikat dan rahasia tanda ada pada nama benda pada alam semesta berdasarkan sistem tersebut. Dari penciptaan pertama, perkembangan alam semesta mengalami perubahan dan mengisyaratkan rahasia yang ada di dalamnya, sehingga memunculkan ilmu mengenai rahasia tanda. Ini adalah bagian dari ilmu semiotika. Temanya tidak mengalami stagnasi dan masalahnya tidak dapat dihitung lagi.

Banyak buku karangan Al-Buni dan Ibnu Arabi serta orang-orang yang mengikuti jejak keduanya. Hasilnya adalah ruh-ruh rabbani melebur dalam dunia alam dengan nama nama yang baik, serta kata-kata yang berisi nama Tuhan dari huruf-huruf yang dalam alam semesta. Thalasim yang berupa perisai yang dibawa oleh orang yang sakit dengan persetujuan dari seorang ahli sihir ditulis dengan huruf-huruf tersebut.

Ahli sihir dalam kasus seperti ini adalah jahat, tetapi saya katakan: "Tidak ada dosa setelah kufur dengan menuliskan jimat dengan persetujuan gurunya, tetapi yang menjadi masalah adalah di jimat tersebut disebutkan nama Allah dan nama Nabi Muhammad, sehingga membuat orang yang sakit berisi tentang rahasia-rahasia yang ada menganggap bahwa tidak ada penangkal ada tulisannya nama-nama Allah, nama-nama para nabi dan ayat Al-Qur'an.

Padahal pada dasarnya jimat tersebut merupakan kumpulan huruf-huruf yang secara lahiriyah adalah Al-Qur'an atau pada awalnya menuliskan ayat-ayat Al-Qur'an lalu setelah itu menuliskan hal-hal kekufuran, keinginan jahat dan syirik yang hanya diketahui oleh Allah dan orang- orang yang memiliki ilmu tentang hal tersebut. Pada sebagian jimat yang ditulis dengan huruf-huruf yang tidak bisa dipahami oleh kebanyakan orang, secara lahiriyah adalah Al- Qur'an setelah itu adalah berisi tentang celaan kepada Allah dan para nabi serta percaya bahwa syaitan sebagai tuhan yang paling agung, yang mengatur alam semesta dan mengatur kondisi manusia mulai dari cinta kasih, memisahkan antara dua orang yang saling mencintai, memutuskan rantai rezeki dan menanamkan kesedihan terus menerus dalam diri manusia.

Saya katakan memang hal-hal tersebut bisa terjadi, tetapi dengan izin Allah. Oleh karena itu para ulama salaf melarang membawa jimat atau kertas-kertas dengan tulisan yang tidak bisa dipahami atau meruqyah dengan lafadz-lafadz yang tidak ada gunanya.

Syeikhul Islam Ibnu Hajar berkata ketika ditanya mengenai huruf-huruf yang terpotong :"Dilarang hal-hal yang tidak diketahui, agar tidak muncul kekufuran.


0 Response to "JIMAT"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel